Aku bukanlah seorang yang pandai menemukan kata terbaik, kebanyakan kata yang aku rangkai adalah dari yang pernah aku baca. Aku selalu mengagumi posting dari para tumblerista yakni mereka yang suka memposting artikel di tumblr. Ada banyak ide disana misalnya pengalaman cinta, pengalaman bertepuk sebelah tangan atau cinta tak sampai, pengalaman tentang kerinduan, pengalaman indahnya cinta, pengalaman berjauhan dan masih sangat banyak lagi.

Dari semua kata-kata yang banyak kutemukan disana ternyata kata-kata indah tersebut adalah rasa yang lahir dari suatu kata yang sangat sulit diterjemahkan “CINTA”. Aku jadi mengerti mereka mencurahkan tulisan mereka tidak lain adalah memperkaya makna dari kata “CINTA”, lima huruf yang begitu powerfull. Namun aku masih heran, aku juga mengalami hal yang sama seperti yang mereka rasakan tetapi mengapa aku tidak bisa merangkai kata sebagus mereka? Mengapa aku tidak bisa menemukan kata seindah penyair terkenal, mengapa kalimat yang indah tidak bisa aku temukan padahal aku merasakan dan mengalami hal yang sama.

Aku bukanlah orang yang tidak percaya pada bakat, tetapi aku meyakini bahwanya untuk hal menulis ini bisa dilatih. Beberapa waktu yang telah lewat saya pernah menulis tentang alasan saya jadi blogger bisa anda akses disini. Ternyata jawaban semuanya ini simple :

Anda bisa menulis jika anda banyak tahu dan membaca”

Wow, apakah benar cuman itu? Jawabannya adalah YA! Anda hanya bisa mengetahui jika anda telah membaca dan kemudian menuangkan kembali apa yang telah anda baca. Saya teringat ketika saya masih sekolah dasar. Bu guru saya memberi kami buku cerita kemudian kami disuruh menulis ulang cerita tersebut tanpa melihat cerita aslinya dan menceritakan didepan kelas. Mungkin beberapa bagian cerita akan terlewat, naah disinilah poinnya anda harus bisa menceritakan bagian yang hilang ini dengan bahasa anda sendiri. Salah? Yasudah tidak ada yang bisa menyalahkan apa yang anda tulis. Percayalah apa yang kutulis adalah benar adanya. Tidak peduli yang dikatakan orang.

Saat kita menulis pasti otak anda akan mencari tahu sesuatu informasi yang mungkin anda sudah tahu, belum tahu atau hanya pernah mendengar dan memahami. This is it, ini adalah poin penting pembelajaran. Disinilah letak belajar kita letak kita dalam melakukan eksplorasi diri menyempurkakan pemahaman dan pengetahuan adalah penyempurnaan diri kita pribadi. Saya ingin menggaris bawahi poin ini, masa sekarang ini generasi milenial sulit membedakan antara belajar dan menghapal. Mendekati ulangan atau tes sudah menjadi kewajiban adalah mengingat dan menghapal rumus atau bahan materi. Makna belajar menjadi kabur, padahal sejatinya belajar itu adalah konversi dari belum tahu menjadi tahu, belum bisa menjadi bisa atau belum mengerti menjadi mengerti.

Kembali ke menulis tadi, menulis ini adalah seni untuk memahami diri sendiri dan juga menyampaikan pesan secara elegan. Ada beberapa orang yang lebih pintar mengungkapkan dengan berbicara yang teratur dan sistematis. Contohnya jubir kpk Febri, Mahfud MD dan banyak tokoh-tokoh lainnya. Mereka bisa menyampaikan dan berbicara secara runtut, teratur dan sistematis dan mengajak orang mengerti dari hal dasar. Hal ini baik dan sangat baik, tetapi menulis juga tidak kalah baiknya dengan berbicara. Dengan menulis anda meninggalkan suatu jejak yang bisa beberapa kali dilihat dan dibaca orang, bisa menginspirasi orang lain atau mungkin ada orang yang tertolong dengan tulisan anda.

Akhirnya kita sampai ke bagian akhir. Hai sobat, percayakah anda apabila saya mengawali tulisan ini hanya dengan ide kosong dan mulai mengetikkan kata-kata yang tidak saya mengerti awalnya, kemudian berkembang menjadi beberapa paragraf. Wow, semoga bisa menginspirasi anda-anda teman.

Gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama,

blogger mati meninggalkan inspirasi.”

Advertisements