Selamat malam Smart Netizen, sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri dan Mohon Maaf Lahir dan Batin buat semua para pembaca atau subsciber blog ini. Masih dalam suasana liburan yang pastinya seru ya, semoga memberikan semangat bagi anda-anda yang akan kembali memulai rutinitas belajar, kuliah, bekerja apapun profesi anda.Selebgram, youtuber, blogger, freelancer macam saya :D, fotografer dll, semoga liburan Idul Fitri kemaren memberikan inspirasi dan semangat.

Okay-okay, maaf pengantar saya terlalu panjang, hehe. Baiklah, disini saya akan berbagi pengalaman dan ini pengalaman buruk menggunakan salah satu metode pembayaran Non Tunai dari salah satu provider di Indonesia yakni telkomsel.

Saya adalah penggemar (cieh) untuk menggunakan pembayaran Non Tunai sebutlah Mandiri ECash, Emoney, e-Toll, Brizzi, Flazz BCA, Tap Cash BNI, kemudian ada Pay Pro Indosat, Duku Wallet, dan yang terakhir adalah saya tertarik dengan TCash dari telkomsel yang sejatinya adalah salah satu provider terbaik di Indonesia.

Mengapa saya ingin menggunakan TCASH Telkomsel yang saya katakan JELEK ini.? Tidak lain  adalah karna promosi gencar dia dimana dikatakan bahwa “TCASH kini bisa digunakan di SPBU Pertamina”. WAOW…, keren kan. Saya katakan keren karna sekarang kita tidak perlu lagi direpotkan dengan pembayaran receh dan bawa uang tunai saat akan mengisi bahan bakar kendaraan di SPBU. Hal ini menandakan semakin majunya metode pembayaran di SPBU.

NAMUN ALANGKAH KECEWANYA SAYA dengan TCASH TELKOMSEL di SPBU Pertamina. Saya dengan semangat melakukan perjalanan keluar kota bermodalkan reload saldo TCash. Perjalanan saya mulai dengan melarikan beat motor kesayangan menuju ke SPBU Pertamina Jl, Majapahit Semarang dekat Simpang Lima yang gencar promosi TCASH Telkomsel. Bayangan saya nanti akan menggunakan tap stiker tcash atau menggunakan metode scan qr barcode. Namun setelah menanyakan ke petugas SPBU, petugas merasa enggan setelah saya tanyakan “10 ribu Pertamax, bisa bayar pake TCASH kan mas”? Dia menjawab “MAAF TCASH HANYA BISA DIGUNAKAN DI MOBIL MINIMAL PEMBELIAN 150 RIBU, karna scan harus didalam mobil”.

Degh, saya kaget marah bercampur malu wkwk… bayangkan saya sudah paling depan dan semua mata melototin saya dibelakang. Say whaaatttt??? ada banyak hal yang bikin saya kecewa :

  1. Pertama, saya sudah lihat video saat launching tcash spbu di Youtube University, bahwa bisa digunakan dengan scan barcode / tap stiker
  2. Kedua, SPBU melayani banyak metode pembayaran ada cash, debit card, credit card, emoney, ecash, tcash (CATAT : INI SEMUA HARUS ADA MINIMAL PEMBELIAN 100 RIBU)
  3. Ketiga, sudah jadi rahasia umum bahwa Petugas di lapangan enggan menerima pembayaran non tunai semacam credit,debit,dll karena waktu menjadi lebih panjang dan lebih lama dibanding terima uang cash dan memberikan kembalian. Loooh, iya dong repot disana tetapi bagi pelanggan dimudahkan. Bukankan pelanggan adalah raja.
  4. Pihak vendor/penyedia jasa pembayan kemudian sekan tutup mata dan terkesan cuek. Alasannya ada di merchant

Sudah lama sebenarnya saya ingin mengkritisi ini, tidak hanya kasus ini saja tetapi sering juga terjadi di tempat lain. Sebutlah waralaba-waralaba seperti Indomart, Alfamart, Superindo, Hypermart, atau tempat makan atau cafe. Rata-rata semua merchant-merchant ini menolak pembayaran dengan kartu atau ewallet. SELALU ADA ALASAN SYSTEM ERROR, MINIMAL PEMBELIAN, PETUGAS YANG GAPTEK/KATROK!!!

Saya paling tidak suka dengan alasan Minimal pembelian, baik minimal pembelian 50.000, 100.000. Apa gunanya menetapkan aturan demikian. Disaat perbankan dan pemerintah menetapkan / menggalakkan transaksi non tunai, Merchant dibawah memaksa konsumen untuk KONSUMTIF dan MENYURUH PAKAI CASH TUNAI SAJA. Tolong donk ini jadi perhatian buat Pemerintah, Perbankan, Kominfo!!!

Seharusnya, pembelian 1000 rupiah saja dilayani loh dengan debit card/creditcard.

Mungkin tidak saya saja yang mengalami ini, bagi teman-teman yang mengalami dan mengeluhkan hal serupa bisa berbagi komentar dibawah ini. Saya senang sekali bisa brdiskusi dan syukur-syukur post ini trending dan dibaca oleh pihak terkait.

Semoga transaksi perbankan Indonesia semakin maju, Salam.

Advertisements