Tradisi Natal di Kalimantan Tengah

Selamat natal bagi semua teman-teman dan pengunjung blog ini yang merayakannnya. Semoga damai Natal dan kasih Natal melingkupi dan memberi kebahagiaan bagi kita semua.

Sebelum masuk ke inti topik ini, saya ingin mengucapkan syukur dan kebanggaan terutama kepada Indosat 4G, sekarang dikampung halaman saya yang penuh dilingkupi pohon ini, saya bisa berinternetan ria, dan blogging disini dengan kuatnya signal Indosat 4G stabil 4mbps, wkwk. Padahal di kota sikuning ini selalu menjadi sasaran empuk untuk disalahkan karena leletnya yang bisa mengganggu kinerja. Saya bisa berbangga, dikampung saya Betang Nalong, kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur Tamiang Layang, Kaliamantan tengah ini akhirnya bisa menikmati koneksi internet 4G

Tradisi natal, hmm apa yang terpikir dibenak anda?

Ada sinterklas, pohon natal, hiasan natal, masak kalkun, sampanye, kumpul keluarga, merayakan natal, berkunjung ketempat keluarga. Itu semua adalah budaya barat, atau setidaknya budaya di perkotaan yang telah terkena budaya barat.

Selama saya merantau ke kota hampir 10 tahun lebih, saya merasakan ada satu perbedaan antara merayakan natal di kota dengan natal di kampung halaman saya kalimantan. Dan perbedaannya adalah BUAH NATAL, :D. Buah natal, apa itu? Mungkin bagi anda yang berada di kota hal ini terdengar aneh dan asing. Ya karena biasanya di kota besar setelah misa ekaristi natal, semua orang pulang meninggalkan gereja, foto-foto dan kemudian pulang untuk makan-makan di jalan atau dirumah.

Berbeda halnya dengan di kalimantan. Dimanapun anda merayakan Misa Ekaristi Natal atau di Gereja manapun anda merayakan natal, dan siapapun anda jika itu termasuk tamu undangan, anda akan mendapatkan buah natal atau istilah lainnya bingkisan natal.. Hmm.. bingkisan natal, apa aja sih isinya? Isinya bermacam-macam, bisa purwarupa snack dan minuman, telur rebus, atau bahkan bisa berupa nasi bungkus dengan lauk istimewa. bahkan beberapa belakangan ini digelar pesta prasmanan.

Saya sempat lupa, saat saya keluar digereja dan menuju parkiran, saya dicegat oleh beberapa orang dan ditawarkan “kak, buah natalnya belum, tunggu saya ambilkan….” waaahhh saya pikir…. aku lupa dulu sewaktu kecil saya bermain kucing-kucingan dengan panitia, dengan harapan bisa memperoleh buah natal lebih dari 2,3,4 bahkan lima bungkus… hahahaha

Nah, bagi anda yang dari kota besar dipulah jawa atau luar kalimantan, begitu anda keluar gereja jangan buru-buru pulang ya, ada credit scene… eh itu marvell ding… ada buah natal yang menanti anda. Hahah…

Selamat natal semuanya dan selamat merayakan tahun baru 2019, this will be our success year… cheers…

Published by tendydeveloper

Tendy Developer - IT Consultan, Advance Java Programmer, Freelance IT Developer, Internet Marketing, Blogger, Kaskuser, Travelling, Solo Traveller, Photography "Success is my journey, not a destination" Corporate Web : www.tendydeveloper.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: