Selamat malam sobat netizen, kali ini saya ingin berbagi cerita menggunakan aplikasi pemesanan bus akap/travel menggunakan redbus.

Sejak saya melihat kemunculan web/aplikasi redbus ini dan melakukan cek harga saya tidak terlalu terkesan. Mengapa saya tidak terkesan, pertama karena markup harganya yang tidak wajar, meskipun dia memberikan diskon promo besar-besaran. Bahkan saat diskusi dalam form Google Local Guide, banyak yang merasakan biasa dan wajar. Tetapi bagi saya redbus ini harganya udah gak wajar.

Kedua saya melihat review teman-teman yang menggunakan, ada banyak sekali yang kecewa karena keberangkatan dibatalkan sepihak oleh pihak agen atau PO atau travel, hal berikutnya adalah susahnya refund bahkan tidak ada refund untuk pembatalan sepihak tiket yang dilakukan oleh pihak redbus.id.

Dari banyak alasan tersebutlah maka voucher google local guide saya yang bernilai 150.000 dan 120.000 tidak pernah saya pakai. Hingga tiba saat yang tidak pernah saya duga, saya dapat tugas untuk segera berangkat ke bandung dan jakarta untuk fixing bug program dan instalasi program di beberapa unit pc baru.

Saya sudah kesana kemari mencari tiket kereta sudah habis hingga piilihan terakhir hanyalah kepada bus dan travel. Karena bingung mencari travel malam-malam, akhirnya mengalihkan pikiran saya hanya kepada aplikasi redbus, mengingat saya masih punya voucher 120.000 yang belum digunakan. Proses pemesanan tidak ada masalah, saya kemudian memesan dan melakukan pembayaran online

Naah, masalah muncul saat saya sudah memesan, proses terbit eticket sempat membuat saya was-was, selajutnya adalah tidak ada konfirmasi dari pihak agen untuk keberangkatan saya. Saya akhirnya harus repot kontak telpon, sms, whatsapp ke nomor yang tertera untuk melakukan konfirmasi dan arah untuk berangkat ke titik penjemputan. Menurut saya hal ini tidak efisien dan buang-buang waktu. Seharusnya pihak agenlah yang menghubungi dan menyapa pelanggan.

Tidak keesokan harinya saat pemberangkatan, saya ditelpon berkali-kali dengan nada tidak nyaman oleh agen, memaksa saya agar berangkat segera karena busnya sudah datang jam 07.30 PM, padahal di tiket saya tertera saya berangkat 21.15 pm. Mereka ngotot bahwa tidak ada bus berangkat jam segitu kebandung. Waaah, saya jadi terburu-buru makan cepat-cepat, berkemas, pesan gojek ngebut ke titik penjemputan.

Setibanya ditempat agen, apa yang terjadi, saat saya sodorkan tiket saya ternyata ditolak,”ohh masnya pesan online tho, travel” kemudian mereka diam saja….. waaahhh… disini kekecewaan saya meningkat, terlebih saat saya dengar guyonan mereka “saiki wes onlen kabeh, wkwk”….. Bagaimana bisa hal ini terjadi, saya sudah pesan, saya sudah konfirmasi kok pihak agen tidak paham. kenapa owner yang menggunakan jasa redbus tidak tanggap. Pada akhirnya saya berangkat memang dan dijemput serta ditelpon oleh sopir travelnya.

KESIMPULAN

  1. JANGAN GUNAKAN REDBUS.ID apabila perjalanan anda terjadwal, gunakan saat anda ingin traveling bebas dan waktu luas. Bersiaplah untuk kabar pembatalan sepihak atau anda tidak dijemput agen PO atau travel, redbus gak bertanggung jawab untuk hal ini
  2. REDBUS hanya jasa, keputusan total ada di pihak agen dan segala komplen tidak dilayani
  3. TIDAK DIREKOMENDASIKAN, bukan berati jelek hanya tidak saya rekomendasikan. Telpon agen, datang langsung atau malah naik busnya langsung jauh lebih baik dibanding model pemesanan online ini

Semoga bermanfaat bagi anda-anda semua.